Implementasi Nilai-Nilai Kemanusiaan Dalam Pendidikan Islam
Manusia adalah makhluk Allah yang unik dan penuh misteri. Tidak habis-habisnya menjadi objek kajian dan penelitian. Al-Qur’an sendiri menyebut manusia dengan berbagai macam julukan sesuai dengan sudut pandang konteks pembicaraan pada ayat tertentu. Diantara julukan yang disebutkan dalam Al-Qur-an adalah al-Insan.
Nilai-nilai kemanusiaan dalam surat Al-Insan
Menurut Bahasa, nilai diartikan harga, nilai-nilai yang penting bagi kemanusiaan, sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya. Nilai-nilai kemanusiaan (Human Values) merupakan nilai-nilai yang sifatnya universal dan dapat dikembangkan untuk membentuk karakter siswa. Nilai-nilai kemanusiaan ini terdiri dari kebenaran, kebajikan, kedamaian, kasih sayang dan tanpa kekerasan. Diantara nilai-nilai Pendidikan Islam juga selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan adalah adanya kebiasaan dan orientasi pada pengembangan kesatuan masyarakat, persaudaraan seiman, kecintaan insani, saling tolong-menolong, kepedulian, musyawarah, keadilan sosial dan perbaikan di antara manusia.
Adapun nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat di dalam surat al-Insan adalah sebagai berikut:
1. Kebenaran (ayat 1-3)
Pada ayat 1-3 Allah menjelaskan tentang hakikat dan kebenaran akan adanya penciptaan manusia, dimulai dari ketiadaan menjadi ada yaitu Nabi Adam dan diteruskan anak keturunannya melalui proses reproduksi dari air mani yang bercampur. Allah lah yang merancang keberadaan manusia dan kepada-Nyalah semua akan kembali.
2. Kebajikan/Abrar (ayat 5)
Pada ayat ini Allah mengabarkan tentang keadaan orang yang memiliki kebajikan akan mendapatkan balasan di syurga. Ciri-cirinya adalah orang yang memenuhi nadzarnya, nadzar untuk berbuat kebajikan. Manusia berbuat kebajikan dalam tiga bidang pokok, yakni bidang akidah, bidang ibadah dan bidang akhlak.
Adapun berbuat kebajikan kepada manusia pada hakikatnya adalah menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan memperlakukan manusia sebagaimana dirinya sebagai manusia. Orang yang berbuat kebaikan, maka kebaikan akan kembali kepada dirinya pula.
3. Kasih sayang (ayat 8)
Pada ayat ini mengandung perintah untuk memberikan makanan kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan sebagai wujud kasih sayang kepada manusia tanpa ada diskriminasi.
4. Persamaan Derajat (ayat 8)
Pada ayat 8 juga menyiratkan tentang adanya persamaan derajat manusia dalam sisi kemanusiaan, sebagaimana firman-Nya "dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan”. (Al-Insaan: 8).
Ayat ini (al-Insan: 8) turun sebagai perintah kepada kaum Muslimin agar memperlakukan tawanan dengan baik dan memberi makanan yang disukainya. Diantara golongan manusia yang harus diperlakukan sama dalam hal pemberian makan dan makananpun makanan yang disukai oleh si pemberi adalah sebagai berikut:
a. Orang Miskin
b. Anak Yatim
c. Tawanan
5. Penolong (ayat 9)
Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa ciri orang berbuat kebajikan adalah yang mereka hanya mengharapkan ridha Allah dan tidak berharap kepada ucapan terima kasih kepada orang yang diberi kebaikan. Ini adalah sebagai dasar orang memiliki jiwa penolong.
6. Tanpa kekerasan (ayat 24)
Pada ayat ini secara eksplisit tidak ditemukan kata yang berkaitan dengan nilai kemanusiaan, tetapi secara implisit dengan memperhatikan asbabul nuzulnya dapat ditemukan nilai-nilai kemanusiaan.
Berdasarkan ayat ini Rasulullah saw menjaga nilai-nilai kemanusiaan dengan tidak membalas keburukan dengan keburukan, perintah untuk bersabar, komitmen dalam menjalankan perintah Allah, dan larangan mengikuti perbuatan buruk yang dilakukan orang-orang berdosa.
7. Nilai Basyariah/ martabat fisik (ayat 28)
Kata basyariyah berasal dari basyar, yaitu kata yang digunakan untuk menunjuk kepada manusia sebagai makhluk biologis yang memerlukan makanan, minuman, udara dan memerlukan fisik sama seperti makhluk hidup lainnya.
Nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan Islam
Pendidikan Islam sebagaimana diketahui adalah Pendidikan yang dalam pelaksanaannya berdasarkan pada ajaran Islam. Karena ajaran Islam berdasarkan AlQur’an , al-Sunnah, pendapat ulama, serta warisan sejarah, maka Pendidikan Islampun mendasarkan diri pada al-Qur’an, al-Sunnah, pendapat ulama serta warisan sejarah tersebut.
Dalam perjalanan waktu, maka Pendidikan Islam harus mendasarkan pada visi, misi, dan sifat yang melatar belakanginya. Oleh karena itu nilai-nilai kemanusiaan yang ada pada surat Al-Insan relevan untuk diimplementasikan ke dalam dasar-dasar Pendidikan Islam.
Visi dari Pendidikan Islam adalah visi rahmatan lil alamin sebagaimana misi diutusnya nabi saw “Tidaklah aku utus engkau (Muhammad saw) melainkan agar menjadi rahmat bagi seluruh alam (QS. Al-Anbiya: 107).
Visi Pendidikan Islam tersebut selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan yaitu kebenaran, kebajikan, kasih sayang, persamaan derajat, penolong, tanpa kekerasan dan menghargai martabat fisik manusia (basyariah) dapat dimasukkan dalam proses pelaksanaan Pendidikan Islam. Implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang ada di surat al-Insan dalam Pendidikan Islam diantaranya sebagai berikut:
1. Kebenaran
Kebenaran merupakan istilah yang dicari dan diikuti oleh manusia. Manusia telah dibekali oleh Allah dengan akal, pendengaran, penglihatan, hati dan berbagai indra lainnya adalah digunakan untuk mengungkapkan kebenaran. Untuk mengungkapkan kebenaran sebuah ilmu, maka Pendidikan Islam melalui metode pencarian yang benar. Untuk mencari kebenaran dan menghindari kesalahan dari memahami Islam diperlukan hal-hal berikut:
a. pelajarilah Islam dari sumbernya yang asli yakni Al-Qur’an dan Hadis.
b. Islam tidak dipahami secara parsial tetapi integral, artinya memahami islam tidak sepotong-potong, tetapi secara keseluruhan.
c. Islam dipelajari dari karya atau perpustakaan yang ditulis oleh mereka yang telah mengkaji dan memahami Islam secara baik dan benar.
d. dihubungkan dengan berbagai persoalan asasi yang dihadapi manusia dalam Masyarakat.
e. memahami Islam dengan bantuan ilmu pengetahuan yang berkembang.
f. tidak menyamakan Islam dengan umat Islam, terutama dengan keadaan umat Islam pada suatu mas di suatu tempat.
g. pelajarilah Islam dengan metode yang selaras dengan agama dan ajaran Islam. Implementasi nilai kebenaran pada Pendidikan Agama Islam misalnya mengajarkan siswa tentang hakikat yang sebenarnya tentang manusia menurut pandangan Islam baik tentang asal-usul keberadaanya, tujuan diciptakannya, tugas hidupnya serta balasan atas amal perbuatannya. Pengetahuan tentang hakikat manusia dikuatkan dengan ilmu pengetahuan yang berkembang di masyarakat.
2. Kebajikan
Pokok-pokok kebajikan ini termuat di dalam al Qur’an yaitu :
a. kebajikan adalah dengan berhubungan yang baik dengan Tuhan dengan beriman kepada-Nya, beribadah, bersyukur atas nikmat-nya, bersabar menerima cobaan dan memohon ampun atas dosanya.
b. kebajikan adalah dengan berbuat baik terhadap dirinya sendiri, contohnya sabar, pemaaf, Ikhlas, adil, mawas diri, berani dll.
c. kebajikan adalah dengan berbuat baik dengan orang lain, seperti menolong, memaafkan orang lain, menepati janji, lapang dada dll.
d. kebajikan adalah dengan berbuat baik terhadap lingkungan sekitar.
Implementasi dari nilai-nilai kemanusiaan dalam Pendidikan islam adalah dengan memasukkan konsep kebajikan, yaitu tidak hanya mengajarkan tentang iman dan ibadah, tetapi juga dengan mempraktekkan amal sholeh dalam konteks peduli terhadap sosial.
Seorang pendidik menunjukkan akhlak atau perilaku mulia terhadap sesama manusia atau sering disebut kesholehan sosial.
3. Kasih sayang
Kasih sayang adalah suatu kelembutan di dalam hati, perasaan halus di dalam hati nurani, suatu ketajaman perasaan yang mengarah pada perlakuan lemah lembut terhadap orang lain, keturutsertaan di dalam merasakan kepedihan, belas kasih terhadap mereka dan berupaya menghapus air mata kesedihan dan penderitaan.
Sebagai guru bagi umatnya, Rasulullah saw dinyatakan sebagai sosok manusia yang berbudi lemah lembut, agung dan sangat kasih sayang kepada umatnya (sahabat sebagai peserta didik Rasul). Seperti diketahui banyak sahabat bahkan nabi sendiri luka pada perang Uhud, sebagai akibat perbuatan indisipliner dari sebagian kecil sahabat. Namun Nabi saw tidak bersikap kasar dan berhati kasar, bahkan nabi bersikap lunak dan memaafkan kesalahan sebagian sahabat serta menampilkan nilai kasing sayang. Implementasi nilai-nilai kasih sayang dengan seorang guru menampilkan sifat kasih sayang kepada muridnya tanpa membedakan status sosial mereka.
Pendidikan Islam diarahkan tidak hanya mendidik unsur rabbaniyyah, tetapi juga insaniyah dengan berbuat kasih sayang terhadap sesama manusia.
4. Persamaan derajat
Adapun misi Pendidikan Islam adalah selaras dengan misi ajaran Islam yang memuliakan manusia, pemeliharaan terhadap hak-hak manusia yang pada intinya untuk memuliakan harkat dan derajat manusia.
Implementasi nilai kemanusiaan dalam Pendidikan Islam, misalnya dengan mendudukkan manusia dalam kedudukan yang sama. Tidak berbuat diskriminasi terhadap mereka yang berbeda strata sosial, berbeda fisiknya, dan latar belakang sukunya.
5. Penolong
Diantara hadis nabi yang menjadi motivasi bagi seorang muslim untuk saling tolong menolong yaitu: : "Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya." (HR. Muslim).
Implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam Pendidikan Islam yaitu dengan diajarkan kepada peserta didik untuk suka menolong dengan peka terhadap lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Misalnya, para siswa untuk menjenguk temannya yang sakit atau terkena musibah.
6. Tanpa kekerasan
Sikap kasar dan berhati keras akan menjadikan objek yang diajak tidak simpati, bahkan akan menghindarkan diri serta proses Pendidikan akan terganggu.
Implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan Pendidikan Islam adalah dengan tidak berbuat kasar atau kekerasan. Jika seorang peserta didik melakukan kesalahan. Seorang pendidik harus mencegah dirinya dari kekerasan, penuh lemah lembut dan bersabar terhadap perilaku peserta didik. Ketika menyampaikan Pendidikan Agama Islam tidak mudah marah dan emosi.
7. Menghargai martabat fisik manusia
Implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam Pendidikan Islam yaitu dengan tidak menghina fisik orang lain dengan mengejek, mengolok-olok, mencaci ataupun mencela.
Berdasarkan kajian ini dapat diambil kesimpulan bahwa surat al-Insan yang bermakna “manusia” mengandung beberapa pesan Allah untuk menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai kebenaran, kebajikan, kasih sayang, persamaan derajat manusia, suka menolong, tidak berbuat kekerasan dan menghargai martabat manusia tersebut yang semakin terkikis dalam dalam dunia Pendidikan, maka penting kiranya untuk diimplementasikan dalam Pendidikan Islam.
Nurul Hasanah, M. Pd. I.
KS SD Muhammadiyah Bayan